Showing posts with label biografi. Show all posts
Showing posts with label biografi. Show all posts

Sunday, March 17, 2013

George Saa (Putra PAPUA peraih Nobel Fisika)




Ada orang Indonesia meraih Nobel? ini bukanlah mimpi kosong. Harapan itu terbersit ketika pertengahan April 2004,Sepitinus George Saa Seorang Putra Papua,Yang memenangi Lomba “first step to nobel in physics”.Ya Ini adalah Perlombaan paling bergengsi Seantro Jagad. Ini mewajibkan pesertanya menuliskan Penelitiannya apa saja dibidang fisika, kemudian hasil penelitian tersebut dikirim dalam bhs inggris ke juri internasional di Polandia.Pada Kompetisi “FIRST STEP TO NOBEL IN PHYSICS” hasil Septinus George Saa tidak menuai satu bantahan pun dari juri.

Oge,Panggilan akrabnya,Menemukan Cara menghitung Hambatan Antara Dua Titik Rangkaian Resistor tak hingga yang membentuk Segitiga Dan Hexagon.Formula Ini ia tuangkan dalam papernya yaitu “INFITE TRIANGLE AND HEXAGONAL LATTICE NETWORKS OF IDENTICAL RESISTOR”,paper ini mengungguli ratusan paper dari 73 negara yang masuk ke meja juri.Juri yang beranggotakan 30 jawara fisika hanya butuh waktu 3 hari untuk memutuskan bahwa pemuda yang berusia 17 tahun asal Jayapura ini meraih emas. Wow...!

Bagaimana perjalanan Oge sebelum meraih Nobel. Seperti inilah ceritanya:
Oge Lahir 22 September 1986,Ia memang pintar sejak kecil. Tidak Seperti Einstein yang pernah tinggal kelas, Oge selalu juara kelas Sejak Bangku SD-SMP,bahkan ketika ia masih kelas 4 SD ia pernah ditawari gurunya untuk mengikuti Ebtanas kelas 6. Namun Mamanya melarang karena salah satu kakaknya juga sedang mengikuti Ebtanas.

Selepas SD dan SMP yang kerap di warnai bolos ini. Oge Diterima Di SMUN 3 Buper Jayapura,Ini adalah sekolah unggulan milih pemerintah. Kepintaran Otak Sang Mutiara Hitam dari Timur Indonesia mulai bersinar saat ia menjuarai Olimpiade Kimia tingkat daerah.karena prestasinya Ia mendapat bea siswa untuk ke Jakarta, Namun Mama nya melarang pergi.
Prestasinya rupanya membutuhkan sedikit kenakalan. dibantu kakaknya Frangky, ia berangkat Diam2. Ia memberitahu mamanya sesaat sebelum menaiki tangga pesawat. Menyadari anak pergi meninggalkan tanah Papua, Mamanya pun menangis sedih selama dua minggu.

Namun Oge membuktikan bahwa kepergiannya tidak Sia-Sia. Tangis Sedih mamanya berganti menjadi tangis haru ketika bulan November 2003 ia berhasil menduduki peringkat 8 dari 60 peserta lomba matematika kuantum Di India.Prestasi nya pun memuncak saat ia berhasil menggenggam emas hasil riset fisikanya.Mamanya pun tidak pernah menangis lagi.


Sumber

Monday, July 2, 2012

Mengenal lebih dekat sosok "Johny Andrean"




Beliau adalah seorang usahawan sukses yag mendirikan Johny Andrean Salon (Salon terbesar di Indonesia), Pemegang brand BreadTalk di Indonesia, serta Pendiri J.CO (Gerai Donat dan Kopi asli Indonesia).

Johny Andrean salon:

BreadTalk

J.CO


Di luar kesibukannya sebagai pebisnis salon sukses, Johnny Andrean punya hobi tak kalah mengasyikkan: traveling alias jalan-jalan. Demi memenuhi hobinya itu, minimal empat kali dalam setahun Johnny bersama istrinya.
Bagi pria yang dikenal sebagai hair stylish terkemuka yang memiliki tak kurang dari 150 salon di seluruh Indonesia ini, traveling inilah yang memberinya kesempatan menggali ide-ide kreatif dan mengasahnya untuk kepentingan bisnis. Melalui traveling itu, ide-ide kreatif selalu muncul, ujar sang istri, Tina.

Salah satu hasil petualangannya demi melahirkan ide kreatif terlihat di tahun 2003, tatkala pria berambut gondrong ini berhasil ditunjuk menjadi master franchise roti Bread Talk yang berkantor pusat di Singapura. Secara berani, Johnny menawarkan gerai roti yang berbeda dari lainnya: gerai Bread Talk didesain terbuka dan transparan, sehingga memungkinkan konsumen melihat proses produksi, dan wangi khas rotinya dapat mengepung pusat perbelanjaan di mana gerai itu berada. Akibatnya,pengunjung pun terpancing untuk singgah ke gerainya.

Berkat pendekatan yang berani — menampilkan dapur yang terbuka dan transparan — gerai Bread Talk laris manis diserbu pelanggan. Bahkan, sejak awal peluncurannya pelanggan rela antre untuk bisa membeli roti yang harganya tak bisa dikatakan murah itu. Antrean panjang di gerai-gerai Bread Talk kini seolah-olah menjadi tren gaya hidup baru bagi masyarakat kota besar.
Sukses dengan Bread Talk, diikuti sukses Johnny yang lain di bisnis food & beverage. Tahun 2005 dia masuk ke bisnis donat dan kopi dengan mengibarkan J-Co Donuts & Coffee. Johnny punya obsesi untuk merek besutannya ini: menjadi pemain global. Untuk itu, dia pun mau melakukan survei dan riset ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai negara Eropa. Mimpinya adalah menciptakan donat yang sempurna, yang diterima lidah dan mendorong gaya hidup modern di perkotaan.
Lagi-lagi, J.Co juga mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Dalam waktu singkat kini ada lebih dari 40 gerai J.Co yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air. Bahkan, J.Co pun telah merambah negara tetangga,spt Malaysia dan Singapura.

Baik Bread Talk maupun J.Co memperlihatkan kecerdasan Johnny memaksimalkan jiwa kreatifnya. Produknya selalu berbeda dari produk lain di kategorinya. Dia berhasil menjadikan produk yang dibesutnya sebagai another product. Pertanyaannya, kok bisa?
Inovasi merupakan sebuah keharusan. Karena itu, dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk membuat produk yang dibesut selalu tampil segar, ungkap Tina tentang prinsip suaminya.
Johnny menandaskan, hal pertama yang harus dilakukan agar menjadi kreatif dan tetap kreatif adalah memiliki tim yang kreatif dan andal. Tim ini harus diisi orang-orang yang kreatif. Satu orang kreatif tidak bisa apa-apa. Dengan bersama-sama, kreativitas dan ide-ide kreatif tidak akan pernah berhenti,ungkapnya.
Traveling, menurut Johnny, merupakan salah satu cara mengembangkan kreativitas. Maka, terkadang dia pun mengikutsertakan timnya dalam perjalanan. Kami sering melihat pameran dan show di luar negeri,ujarnya. Selain itu, cara lain yang juga bisa meningkatkan kreativitas adalah sering melihat gambar-gambar fashion dan tren di luar negeri.

Kreativitas, menurut Gita Herdi Hastarani, Manajer Pemasaran & Komunikasi Grup Johnny Andrean, tidak bisa timbul dari, atau dieksekusi oleh, satu orang saja. Sehingga, di semua usaha Grup Johnny Andrean selalu diadakan rapat bersama. Tidak hanya dari head office, kami juga mengundang para area manager dari cabang-cabang. Di situ kami brain storming bersama-sama, ujarnya. Dari pertemuan itu, banyak muncul ide dari orang-orang operasional di lapangan selain ide-ide dari kantor pusat.
Tina menambahkan, biasanya, setelah mendapat ide, Johnny dan dirinya akan mendiskusikan ide itu bersama dan kemudian membagikan kepada staf agar mereka kembangkan.
Sebagian besar ide kreatif di grup perusahaan tersebut bermula dari pemikiran Johnny. Dan, lanjutnya, ketika mendapatkan ide kreatif, Johnny tidak mau kehilangan momen sedikit pun. Terkadang tengah malam ia mengajak diskusi tentang ide kreatifnya itu.

Eric Pradjonggo, pemilik Cafe Cavana, membenarkan pernyataan kolega dekat Johnny itu. Jam berapa pun itu, bahkan di luar jam kantor. Kalau merasa perlu mematangkan ide tersebut, dia akan melakukan itu.
Eric juga menilai Johnny sebagai orang yang spontan. Sehingga kalau ada ide, langsung digarap. Dia tidak mau meninggalkan idenya begitu saja. Jadi, ide-idenya sering harus dibahas seketika itu juga., ujarnya. Dia banyak berdiskusi dengan orang-orang di dekatnya untuk mengembangkan ide menjadi lebih detail. Tatkala ide itu bukan berasal dari dirinya, dia bisa menghubungi orang yang mengusulkan ide itu setiap waktu untuk berdiskusi. Dia tidak pernah membiarkan ide itu mandek di satu titik. Dia terus mengembangkannya, Eric memaparkan.

Johnny juga selalu mencatat hal-hal penting. Hal ini sangat berguna kala dia melakukan pengembangan bisnis dari ide kreatifnya. Akan tetapi, di luar kebiasaannya mencatat itu, sang kolega menyebutkan bahwa Johnny memiliki ingatan yang sangat tajam. 
Tina menekankan, kunci sukses Johnny adalah sikap selalu senang bekerja, selalu ingin membuat yang terbaik, serta selalu ingin meningkatkan apa yang telah dilakukan dan dibuat agar di masa mendatang jadi lebih baik lagi. Hal ini pula yang menurut Tina selalu ditekankan dalam memotivasi pegawai, sehingga mereka selalu berpendapat apa yang dilakukan sekarang belum sempurna, dan harus disempurnakan lagi. Itulah yang menjadi momentum untuk menjadi lebih baik dan lebih baik. Biasanya apa yang menjadi ide itu kami coba dulu. Kalau nanti gagal, ya tidak apa-apa, karena gagal itu juga sebenarnya pelajaran. Melalui kegagalan kami belajar untuk masa yang akan datang. Kami tidak pernah takut gagal. Saya rasa semua orang berhasil harus gagal dulu, papar Tina.

Kesuksesan J.CO

Siapa tidak kenal J.Co? Gerai donat asli lokal yang selalu menamai produknya dengan nama eksentrik seperti Da Vin Cheez, MONA PIZA, Alcapone, atau Why nut. Ketika gerai J.co Donuts and Coffee pertama dibuka pada 26 Juli 2005, banyak yang menyangka bahwa gerai donat ini merupakan waralaba asing. Maklum, sebab saat itu toko donat yang memiliki konsep open kitchen belum ada di Indonesia.

Perkembangan J.co bisa dibilang sangat pesat. Dua tahun semenjak gerai pertamanya di Supermal Karawaci dibuka, J.co telah memiliki 24 gerai dan memiliki 2 gerai di luar negeri, satu di Malaysia dan lainnya di Singapura. Tahun ini diperkirakan gerai J.Co akan mencapai 100 gerai.


Prestasi ini tak lepas dari peran besar pendiri J.Co, Johnny Andrean. Johnny adalah anak perantauan yang berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat. Orang tuanya adalah penjual hasil bumi dan pengelola salon. Johnny berangkat ke Jakarta pada tahun 80-an berbekal ilmu salon dari ibunya dan mampu bertahan hidup dengan mendirikan salon kecil di Jakarta Utara. Bisnis salonnya itu kemudian berkembang menjadi besar dan sangat terkenal. Selain salon, ia juga membeli izin waralaba BreadTalk dan mengembangkannya di Indonesia.




Suatu hari muncul ide untuk masuk ke bisnis donat. Johnny awalnya hendak menggunakan konsep yang sama dengan BreadTalk, di mana ia membeli hak waralaba dari luar negeri. Namun, donat yang hendak dibeli waralabanya itu ternyata memiliki banyak kelemahan mulai dari bahan baku hingga proses produksi yang kurang menjaga kualitas. Jhonny pun berusaha mengembangkan sendiri resep donatnya, dan sukses. Ia kemudian mengambil beberapa konsep penjualan donat di luar negeri; mencontoh Eropa untuk urusan penyajian, serta mencontoh jepang untuk urusan display.









Monday, June 4, 2012

Story Of The Year


 Story of The Year adalah band asal St. Louis, Arizona yang terbentuk pada tahun 1996 band ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year. Band ini beranggotakan Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills(drums) Story of The Year adalah band beraliran emo sehingga lirik-lirik yang dihasilkan memiliki kesan suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka. 

Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.



Beberapa lagu dari mereka :
1. Until The Day I Die
2. Razorblades and Cupcakes
3. Falling Down
4. Sidewalks
5. So Far So Good
6. In Her Bedroom
7. In The Shadows
8. Dive Right In
9. And The Hero Will Drown (Soundtack:Need for Speed : Underground 6
)
dan masih banyak lainnya



Beberapa aksi panggung mereka :




Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya).




 

Copyright @ 2013 BNB.

Designed by Templateiy & CollegeTalks